Perilaku Penjaga Pantai yang Benar: MAC

“MAAF”: Dari bulan Juli 2016 hingga November tahun lalu, petugas Penjaga Pantai harus menolak 9.100 kapal nelayan Tiongkok yang memasuki negara tersebut, menurut data badan tersebut.

Dewan Urusan Daratan (MAC) mengatakan kemarin bahwa sangat disesalkan bahwa dua pria Tiongkok tewas sehari sebelumnya ketika speedboat mereka terbalik saat dilakukan pengejaran oleh Penjaga Pantai di perairan Distrik Kinmen.

Dalam sebuah pernyataan, dewan tersebut menyatakan mendukung upaya otoritas Taiwan untuk memenuhi tanggung jawab mereka sesuai dengan hukum.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa personel Penjaga Pantai menjalankan tugasnya secara sah dan tidak ada kesalahan, kata MAC.

Foto milik Administrasi Penjaga Pantai

Sangat disesalkan bahwa dua dari empat orang Tiongkok di kapal tersebut tewas dalam kecelakaan tersebut, katanya, seraya menambahkan bahwa Tiongkok harus mengambil tindakan efektif untuk mengekang aktivitas ilegal warganya di perairan Taiwan.

Selama beberapa waktu, kapal penangkap ikan Tiongkok telah memasuki perairan Taiwan yang dibatasi atau dilarang untuk menangkap ikan mahal, yang berdampak serius terhadap hak dan kepentingan nelayan Taiwan dan penduduk di pulau-pulau terdekat, kata badan tersebut.

Beberapa nelayan Tiongkok juga tertangkap menggunakan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan di dekat Taiwan dan mencemari laut, kata MAC.

Taiwan telah berulang kali mendesak Tiongkok untuk melakukan pengawasan yang lebih baik terhadap rakyatnya, namun seruan tersebut tidak membuahkan hasil, kata badan tersebut.

Menteri MAC Chiu Tai-san (邱太三) mengatakan kemarin bahwa Administrasi Penjaga Pantai (CGA) telah melaporkan rincian kecelakaan itu kepada jaksa Kinmen dan akan memberi tahu pihak Tiongkok tentang temuan penyelidikan tersebut.

Menteri Urusan Kelautan Dewan Kuan Bi-ling (管碧玲) mengatakan secara terpisah kemarin bahwa CGA tidak bisa disalahkan karena speedboat tersebut tidak hanya memasuki area terlarang tetapi juga tidak memiliki nama, sertifikasi atau registrasi.

CGA berpatroli di dua lingkaran – lingkaran luar, yang dianggap terlarang, dan lingkaran dalam, yang terlarang bagi kapal non-Taiwan, kata Kuan.

Penjaga pantai di kedua sisi selat tidak akan segan-segan menahan kapal semacam itu, tambahnya.

CGA telah menghubungi keluarga almarhum dengan tawaran bantuan, katanya.

Kecelakaan hari Rabu terjadi 1,1 mil laut (2 km) sebelah timur Pulau Beiding di Kabupaten Kinmen (北碇) pada pukul 13.45 ketika sebuah speedboat Tiongkok terlihat dengan empat orang di dalamnya.

Saat kapal Penjaga Pantai mendekat untuk melakukan pemeriksaan, speedboat tersebut berusaha melarikan diri dan terbalik saat zig-zag di perairan.

Keempat pria di perahu itu jatuh ke laut dan dijemput oleh Penjaga Pantai.

Dua dari mereka dibawa ke rumah sakit tetapi dinyatakan meninggal setelah upaya resusitasi mereka gagal.

Pada hari Rabu kemudian, juru bicara Biro Urusan Taiwan Tiongkok Zhu Fenglian (朱鳳蓮) mengeluarkan pernyataan yang mengecam Taiwan atas kematian tersebut.

Tindakan “tidak senonoh dan berbahaya” selama liburan Tahun Baru Imlek melukai perasaan masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan, kata Zhu.

Angka CGA menunjukkan bahwa sejak Juli 2016 hingga November tahun lalu, mereka melakukan 20 tindakan terhadap kapal keruk ilegal Tiongkok, menyita 16 kapal dan mencatat 25.000 ton pasir yang dikeruk secara ilegal.

Selama jangka waktu tersebut, badan tersebut juga mengusir 9.100 kapal nelayan Tiongkok yang memasuki perairan Taiwan secara ilegal, menyita 400 kapal dan mengambil alih 80 kapal, serta mengenakan denda sebesar NT$280 juta ($8,9 juta), menurut data CGA.

Komentar akan dimoderasi. Jaga agar komentar tetap relevan dengan artikel. Komentar yang berisi bahasa yang menyinggung dan tidak senonoh, serangan pribadi dalam bentuk apa pun, atau promosi akan dihapus dan pengguna akan ditolak aksesnya. Keputusan akhir akan berada pada kebijaksanaan Taipei Times.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours