![]()
Seorang astronot memotret Grand Canyon yang tertutup salju dari luar angkasa saat ia melewati landmark ikonik tersebut di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan kecepatan 27.500 mil per jam.
Astronot Badan Antariksa Eropa Andreas Mogensen mengambil foto yang luar biasa ini, mencatat bahwa 30 detik yang lalu dia mengambil foto Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ivanpah di Gurun Mojave California — 285 mil jauhnya dari Grand Canyon.
![]()
![]()
![]()
“Jika Anda ingin mengetahui seberapa cepat kita terbang di atas Bumi dan seberapa cepat Anda harus mendapatkan foto yang Anda inginkan, lihat foto-foto Grand Canyon yang tertutup salju ini,” tulis Mogensen di X (sebelumnya Twitter). “Foto ini saya ambil 30 detik setelah saya memotret Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ivanpah di Gurun Mojave pada postingan kemarin. Berkediplah dan kamu akan meleset dari sasaranmu!”
Jika Anda ingin mengetahui seberapa cepat kita terbang di atas Bumi dan seberapa cepat Anda harus mendapatkan foto yang Anda inginkan, lihat foto Grand Canyon yang tertutup salju ini. Saya mengambil foto ini 30 detik setelah saya memotret Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ivanpah… pic.twitter.com/qgGZpZzGko
— Andreas Mogensen (@Astro_Andreas) 24 Februari 2024
Grand Canyon di Arizona utara lebih dikenal karena cuacanya yang panas, namun salju turun di musim dingin. Mogensen tidak mengatakan secara pasti kapan dia mengambil foto tersebut, namun ada laporan adanya hujan salju di taman nasional pada musim dingin ini.
Melihat ke bawah dari orbit planet 250 mil di atas permukaan, foto-foto Mogensen tidak seperti pemandangan Grand Canyon pada umumnya, karena sudut pandangnya menghasilkan gambar abstrak dari salah satu situs alam paling ikonik di Amerika.
Hal favorit saya tentang misi ini adalah melihat planet kita yang indah dan melihat sesuatu yang sama sekali tidak terduga. Saya merasa seperti membuat penemuan baru.
Saya telah melihat banyak panel surya dalam jumlah besar, tetapi beberapa minggu yang lalu saya melihat sesuatu yang kecil… pic.twitter.com/HSSokUxXdT
— Andreas Mogensen (@Astro_Andreas) 23 Februari 2024
Andreas Mogensen berasal dari Denmark dan akan tetap berada di luar angkasa hingga 8 Maret, ketika ia akan kembali ke Bumi dengan menaiki SpaceX Crew Dragon.
Kredit gambar: Foto oleh Andreas Mogensen/ESA.
+ There are no comments
Add yours