Oleg Sivaev, ayah Kuzminov, mengatakan kepada media Rusia bahwa dia tidak terkejut mengetahui kematian putranya, menurut saluran Baz Telegram Rusia. POLITICO tidak dapat memverifikasi identitas Sivaev secara independen.
“Tentu saja saya mengharapkan hal ini terjadi padanya,” kata Sivaev, yang mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak bertemu putranya sejak tahun 2013. “Pengkhianat tetaplah pengkhianat.”
“Saya merasa dia bertingkah seperti Yudas, dan pada saat yang sama saya merasa kasihan padanya karena dia menukar uang kembalian. Dia mengkhianati tanah airnya, orang-orang yang dicintainya,” katanya seraya menambahkan bahwa dia juga merasa kasihan pada krunya.
Pihak berwenang Spanyol sedang menyelidiki kematian Kuzminov, namun sejauh ini hanya mengeluarkan sedikit informasi. Juru bicara pemerintah Pilar Alegría tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah Kuzminov berada di bawah perlindungan polisi Spanyol, dan mengatakan bahwa kasus tersebut sedang diselidiki.
Namun sumber intelijen Spanyol mengatakan kepada surat kabar Spanyol El País bahwa mereka tidak mengetahui Kuzminov berada di Spanyol karena mereka belum diberitahu tentang kedatangannya. Sumber intelijen Spanyol menuduh Kremlin mengorganisir pembunuhan Kuzminov dengan orang-orang bersenjata sewaan.
Eva Hartogová berkontribusi pada laporan ini.
+ There are no comments
Add yours