Jack Pelacak Jet Pribadi Taylor Swift

Taylor Swift tiba untuk Grammy Awards Tahunan ke-66 di Crypto.com Arena di Los Angeles pada 4 Februari 2024.

Seorang mahasiswa tidak memiliki masalah dalam berbagi jalur penerbangan Taylor Swift dengan sangat baik.

Mahasiswa Universitas Central Florida, Jack Sweeney, menolak surat gencatan dan penghentian yang dikirimkan kepadanya oleh pengacara Swift yang menuntut agar dia berhenti memposting secara publik penerbangan penyanyi tersebut di pesawatnya. Wanita berusia 21 tahun ini menjalankan halaman Instagram @taylorswiftjets yang sekarang sudah tidak ada lagi, di mana dia melaporkan aktivitas penerbangannya menggunakan data dari berbagai sumber informasi yang tersedia untuk umum.

Pengacara Swift, Katie Wright Morrone, mengirim beberapa surat kepada Sweeney menuntut agar dia berhenti melacak dan membagikan informasi secara publik tentang penerbangannya. Dalam bantahan yang dibagikan Senin di X, pengacara Sweeney mengatakan mahasiswa berusia 22 tahun itu dan perusahaannya GRNDCTRL tidak melakukan tindakan ilegal.

Sweeney memberi judul pada postingan “Look What You Made Me Do”, referensi ke judul lagu dari album Swift tahun 2017 “Reputation”. Dia juga membagikan dua surat yang dikirimkan kepadanya oleh tim Swift.

“Sederhananya, tidak ada yang ilegal dalam penggunaan informasi publik yang dilakukan GRNDCTRL untuk melacak pesawat pribadi, termasuk milik tokoh masyarakat seperti Taylor Swift,” tulis pengacara Sweeney, James Slater.

Slater berpendapat pidato Sweeney dilindungi dan tidak melanggar hak hukum Swift. Ia menambahkan, GRNDCTRL juga melaporkan sejarah penerbangan oligarki Rusia dan Elon Musk.

‘Texas Tahan ‘Em’:Beyoncé menjadi wanita kulit hitam pertama yang menduduki puncak tangga lagu Hot Country Songs Billboard

Pengacara menolak klaim bahwa dia merupakan “ancaman yang dapat dipercaya” terhadap Swift.

Pengacara Swift mengatakan tindakan Sweeney menempatkan bintang pop itu dalam risiko karena menyediakan informasi lokasi terkini bagi calon penguntit dan calon peleceh.

Slater menolak klaim tersebut dengan mengklarifikasi bahwa Sweeney menggunakan informasi yang sudah tersedia untuk umum. Dia menambahkan bahwa bahasa dalam surat Morrone mendefinisikan penguntit sebagai seseorang yang memberikan “ancaman yang dapat dipercaya” kepada korbannya.

“Klien kami tidak pernah mengancam Ms. Swift dan surat Anda tidak menunjukkan bahwa mereka melakukan hal tersebut,” kata Slater. “Lagi pula, nada suratmu tidak berdasar.

USA TODAY telah menghubungi perwakilan Swift untuk memberikan komentar.

Bagaimana aliran Taylor Swift dilacak?

Sweeney memiliki beberapa akun media sosial yang melacak pesawat milik selebriti, miliarder, dan politisi, bahkan ada yang menganalisis jejak karbon dari perjalanan pemilik jet.

Informasi tersebut tidak berasal dari satu sumber, tetapi menggunakan data yang dikumpulkan dari beberapa sumber informasi berbeda yang tersedia untuk umum, seperti informasi registrasi dari Federal Aviation Administration dan sinyal yang dikirimkan dari pesawat itu sendiri. Sinyal-sinyal ini dikenal sebagai data Automatic Dependent Surveillance-Broadcast atau ADS-B.

Teknologi ADS-B diperlukan oleh Federal Aviation Administration di pesawat dan membagikan lokasi real-time, ketinggian, dan informasi penting lainnya kepada pengontrol lalu lintas udara. Data tersebut juga memungkinkan situs seperti FlightAware.com menampilkan lokasi penerbangan komersial secara real-time.

Dikontribusikan oleh: Jeanine Santucci dan Christopher Cann

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours