Artikel ini telah ditinjau sesuai dengan proses dan kebijakan editorial Science X. Para editor telah menekankan atribut berikut sambil memastikan kredibilitas konten:
fakta diverifikasi
publikasi yang ditinjau oleh rekan sejawat
sumber terpercaya
membenarkan
OKE! Gambar Hubble dari Nebula Orion dan close-up piringan protoplanet d203-506 yang diambil oleh James Webb Space Telescope (JWST). Ucapan Terima Kasih: NASA/STScI/Rice Univ./C.O’Dell dkk / O. Berné, I. Schrotter, PDRs4All
× tutup
Gambar Hubble dari Nebula Orion dan close-up piringan protoplanet d203-506 yang diambil oleh James Webb Space Telescope (JWST). Ucapan Terima Kasih: NASA/STScI/Rice Univ./C.O’Dell dkk / O. Berné, I. Schrotter, PDRs4All
Bagaimana sistem planet seperti tata surya terbentuk? Untuk mengetahuinya, para ilmuwan CNRS yang tergabung dalam tim peneliti internasional mempelajari bangsal bersalin bintang tersebut, Nebula Orion, menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb. Dengan mengamati piringan protoplanet yang disebut d203-506, mereka menemukan peran kunci bintang masif dalam pembentukan sistem planet yang baru lahir.
Bintang-bintang ini, yang berukuran sekitar 10 kali lebih besar dan, yang lebih penting, 100.000 kali lebih terang daripada Matahari, membuat planet-planet yang terbentuk dalam sistem terdekat terkena radiasi ultraviolet yang sangat kuat.
Bergantung pada massa bintang di pusat sistem planet, radiasi ini dapat membantu pembentukan planet atau mencegah pembentukannya dengan menyebarkan massanya. Di Nebula Orion, para ilmuwan menemukan bahwa radiasi intens dari bintang masif akan mencegah terbentuknya planet mirip Jupiter di sistem planet d203-506.
Makalah ini, yang akan dimuat di halaman depan Science pada tanggal 1 Maret 2024, menunjukkan dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya peran penting bintang masif dalam pembentukan sistem planet dan membuka perspektif baru tentang bagaimana sistem tersebut terbentuk.
Informasi lebih lanjut:
Olivier Berné, Fluks fotoevaporasi yang digerakkan oleh ultraviolet jauh yang diamati pada piringan protoplanet, Science (2024). DOI: 10.1126/science.adh2861. www.science.org/doi/10.1126/science.adh2861
Informasi dari buku harian:
Sains
+ There are no comments
Add yours