Ribuan orang terdampar di Fajar Norwegia

Sebuah kapal pesiar Norwegia yang membawa lebih dari 2.000 penumpang dan 1.000 awak kapal telah ditolak izinnya untuk berlabuh di Mauritius karena kekhawatiran akan kemungkinan wabah kolera di kapal tersebut.

Setidaknya 15 orang di kapal pesiar Norwegia Dawn diisolasi dan sampelnya diambil untuk pengujian pada hari Minggu, menurut pernyataan dari Pelabuhan Mauritius. Hasil tes diharapkan keluar pada hari Selasa, Reuters melaporkan.

Orang-orang di kapal mengalami gejala perut ringan setelah beberapa hari pada pertengahan Februari, afiliasi CBS, BBC News melaporkan.

Beberapa dari lebih dari 2.000 wisatawan yang berada di kapal pesiar MV Norwegia Dawn dibantu untuk turun tak lama setelah kapal berlabuh di pelabuhan Mombasa, Kenya dari Seychelles pada 14 Januari 2024. Gideon Maundu/AP

“Kesehatan dan keselamatan penumpang, serta negara secara keseluruhan, adalah hal yang paling penting bagi pihak berwenang,” kata Otoritas Pelabuhan Mauritius. Para pejabat di sana memutuskan untuk memblokir kapal tersebut “untuk menghindari risiko kesehatan”.

Ada sejumlah wabah kolera di negara-negara Afrika bagian selatan dalam beberapa bulan terakhir, lapor BBC. Sejak Januari 2023, kolera telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di wilayah tersebut dan menginfeksi 188.000 orang, menurut BBC.

Klik di sini untuk media terkait.

klik untuk memperluas

Kolera, infeksi yang menyebabkan diare parah dan dehidrasi, jarang terjadi di negara maju tetapi hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati. Ini adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia.

Ada 2.184 penumpang di Fajar Norwegia bersama 1.026 awak. Sekitar 2.000 penumpang akan menyelesaikan perjalanan mereka dan turun di Port Louis, sementara 2.279 penumpang baru diperkirakan akan naik kapal, menurut laporan Reuters.

Lebih lanjut dari Berita CBS

Haley Ott

Baca selengkapnya

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours