Oleh Farouk ChothiaBBC News
9 jam yang lalu
keterangan gambar,
Kelompok jihad di Sahel sering menculik orang asing untuk mendapatkan uang tebusan
Pemerintah Italia telah mengumumkan bahwa pasangan lansia Italia dan putra mereka yang diculik oleh jihadis di Mali pada Mei 2022 telah dibebaskan.
Ketiganya baik-baik saja dan akan kembali ke Roma, tambahnya.
Keluarga tersebut adalah Saksi-Saksi Yehuwa yang dilaporkan berencana untuk mendirikan sebuah gereja ketika mereka diculik dari rumah mereka di luar kota Koutiala di bagian selatan.
Pekerja rumah tangga mereka, seorang warga negara Togo, juga diculik bersama mereka.
Nasib pekerja tersebut tidak jelas.
Pembebasan Rocco Langone dan Maria Donata Caivano serta putra mereka Giovanni Langone diamankan oleh dinas intelijen Italia dan kementerian luar negeri melalui kontak mereka dengan tokoh masyarakat dan badan intelijen Mali, kata pemerintah Italia.
Pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai keadaan seputar pembebasan mereka.
Keluarga tersebut tinggal di daerah yang banyak disusupi oleh para jihadis, dan penculikan tersebut dilakukan oleh sebuah faksi yang terkait dengan afiliasi al-Qaeda yang dikenal sebagai Kelompok Dukungan Islam dan Muslim (JNIM).
Pasangan itu dikatakan berusia 60an dan putra mereka berusia 40an.
Mali telah dilanda pemberontakan selama lebih dari satu dekade, dengan para jihadis sering menculik warga negara asing untuk mendapatkan uang tebusan atau menuntut pembebasan sesama pejuang.
Militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada tahun 2021, menuduh pemerintah tidak berbuat cukup untuk memadamkan pemberontakan.
Mereka telah mengusir pasukan Perancis dan pasukan penjaga perdamaian PBB serta mendatangkan Kelompok Wagner Rusia untuk membantu memerangi para jihadis, namun tidak ada tanda-tanda bahwa pemberontakan telah berakhir.
+ There are no comments
Add yours