Samsung mengumumkan Galaxy S24 sedikit lebih awal pada 17 Januari, dengan pre-order dimulai pada hari yang sama. Banyak strategi efektif yang memungkinkan raksasa Korea ini mendapatkan lebih banyak pengiriman seri andalan terbarunya dibandingkan keluarga Galaxy S23 sebelumnya. Menurut data terbaru selama 5 bulan yang dimulai pada bulan November, model-model baru mengalami peningkatan pengiriman panel sebesar 13 persen, menandakan bahwa ponsel ini lebih diminati oleh pelanggan di seluruh dunia.
Tak heran, mayoritas pengiriman panel tersebut adalah Galaxy S24 Ultra dengan pangsa pasar 46 persen.
Sejak peluncuran seri Galaxy S24, Display Supply Chain Consultants (DSCC) telah mengungkapkan dalam data terbarunya bahwa penawaran terbaru Samsung telah mengungguli pendahulunya, dengan model-model baru yang menggunakan seri Galaxy S22. Pada Januari 2024, keluarga Galaxy S24 mengalami pengiriman panel 21 persen lebih tinggi dibandingkan Galaxy S23 dan 66 persen lebih tinggi dibandingkan Galaxy S22. Peningkatan yang dilakukan pada smartphone terbaru telah membuat pelanggan terkesan sehingga mereka ingin melakukan upgrade.

Untuk mempermanis kesepakatan, Samsung juga memberikan beberapa pre-order dan kredit ekstra kepada mereka yang ingin menjadi pengguna awal seri Galaxy S24, sehingga juga dapat berperan dalam meningkatkan pasokan panel tersebut. Untuk bulan Maret, DSCC melaporkan bahwa pengiriman layar 13 persen lebih tinggi dari Galaxy S23 dan 47 persen lebih tinggi dari Galaxy S22. Mengenai mengapa Samsung mengalami lebih banyak kesuksesan dengan peluncuran terbarunya, laporan tersebut memberikan alasan berikut.
“Tingkat pertumbuhan dua digit pada seri S24 versus seri S23 disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor ini termasuk layar yang lebih besar dengan harga yang sama dengan seri S23 saat peluncuran, backplane LTPO untuk semua model S24, pre-order yang kuat berkat promosi yang sangat agresif, dan fitur Galaxy AI yang disorot Samsung selama Acara Unpacked-nya. Galaxy AI terdiri dari empat model perangkat lunak yang mencakup Google Gemini Pro, Gemini Nano dan Imagen 2, dikombinasikan dengan Gauss yang dikembangkan oleh Samsung.
Gemini adalah model bahasa kecerdasan buatan generatif yang terutama digunakan untuk layanan terkait bahasa seperti peringkasan dokumen, terjemahan, pencarian, dan rekomendasi obrolan. Gauss bertanggung jawab atas fitur pengenalan suara, interpretasi, dan terjemahan, tersedia dalam 13 bahasa. Google mengatakan Samsung akan menjadi salah satu mitra pertama yang menguji Gemini Ultra, model Gemini terbesar dan paling mumpuni, sebelum tersedia secara luas bagi pengembang dan bisnis pada akhir tahun ini.”

Jajaran Samsung Galaxy S juga didiskon jauh lebih cepat dibandingkan pesaingnya, yang mungkin menggoda pelanggan untuk memilih salah satu sebagai pilihan harian mereka. Meskipun Samsung meluncurkan comeback yang kuat dengan keluarga Galaxy S24, masih harus dilihat apakah momentum ini akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Ingat, Apple telah menggeser saingan terbesarnya dalam kategori ini untuk menjadi penjual ponsel pintar terbesar pada tahun 2023, jadi kita lihat saja apakah raksasa Korea tersebut dapat merebut kembali mahkotanya yang hilang.
Sumber berita: DSCC
+ There are no comments
Add yours