Teleskop James Webb mencatat potensi tersebut

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sepasang planet kerdil yang bersembunyi di bagian terluar Tata Surya mungkin masih aktif secara geologis, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa mereka dapat mendukung kehidupan di luar bumi. Temuan ini juga bisa mengubah apa yang kita ketahui tentang planet kerdil secara umum.

Ada lima planet kerdil yang dikonfirmasi di Tata Surya: Ceres, Haumea, Eris, Makemake, dan bekas planet Pluto. Semua pesaing planet ini, kecuali Ceres, berlokasi di atau sekitar Sabuk Kuiper, piringan komet, dan objek kecil lainnya di luar orbit Neptunus.

Pada tahun 2015, wahana New Horizons milik NASA terbang melewati Pluto dan mendeteksi tanda-tanda aktivitas geologi baru-baru ini di atmosfer planet kerdil yang semakin menipis. Pengamatan selanjutnya menunjukkan bahwa Pluto ditutupi oleh gunung es raksasa yang mungkin masih aktif. Para ilmuwan percaya bahwa aktivitas geologis Pluto yang mengejutkan disebabkan oleh interaksi dengan bulannya, Charon. Akibatnya, mereka berpikir tidak mungkin ada planet katai tak berbulan lainnya yang memiliki aktivitas serupa.

Namun dalam studi baru yang diunggah pada 10 Februari ke server pracetak arXiv, para ilmuwan mengamati lebih dekat spektrum kimia dari dua planet katai lainnya, Eris dan Makemake, yang pandangannya baru-baru ini ditangkap oleh James Webb Space Telescope (JWST). Setelah menganalisis data, tim menyadari bahwa beberapa gas yang ditemukan di permukaan es kedua planet kerdil hanya dapat dijelaskan oleh beberapa bentuk aktivitas geologi saat ini, seperti ventilasi hidrotermal dari aktivitas kriovolkanik (gunung berapi es). (Temuan ini belum ditinjau.)

Hasilnya juga menunjukkan bahwa beberapa planet kerdil lainnya mungkin juga aktif secara geologis.

Terkait: Apa bukti terbaik yang kami temukan tentang kehidupan di luar bumi?

Planet kerdil Makemake, yang ditampilkan di sini, berukuran kurang dari setengah Pluto. (Kredit gambar: Shutterstock)

Data JWST mencakup spektrum semua gas beku di es yang menutupi Eris dan Makemake. Namun para ilmuwan sebenarnya hanya tertarik pada metana, gas rumah kaca yang juga ditemukan di Bumi dan terdiri dari satu atom karbon yang terikat pada empat atom hidrogen.

Ada dua jenis metana utama dalam ilmu keplanetan: metana abiotik, yang merupakan sisa dari reaksi kimia yang terjadi selama pembentukan planet; dan metana termogenik, yang dihasilkan oleh proses hidrotermal atau panas bumi. Perbedaan utama antara kedua jenis ini adalah rasio hidrogen terhadap deuterium – sebuah isotop atau versi alternatif hidrogen dengan neutron ekstra di intinya – yang ditemukan di antara molekul-molekulnya.

Metana abiotik memiliki rasio deuterium terhadap hidrogen (D/H) yang tinggi, sedangkan metana termogenik memiliki rasio D/H yang lebih rendah. Spektrum tersebut mengungkapkan bahwa metana di atmosfer Eris dan Makemake memiliki rasio D/H yang rendah, yang menunjukkan bahwa gas tersebut sebagian besar bersifat termogenik. Hal ini menunjukkan bahwa gas tersebut dihasilkan oleh aktivitas geologi yang sedang berlangsung atau aktivitas yang relatif baru dalam beberapa juta tahun terakhir.

Temuan ini mengejutkan para peneliti – terutama bagi Makemake, yang berukuran sekitar 60% lebih kecil dari Pluto. Eris berukuran hampir sama dengan planet sebelumnya, jadi tidak mengherankan jika Eris juga aktif secara geologis. Namun, Makemake harus berukuran terlalu kecil agar proses seperti ini dapat terjadi.

Temuan ini juga meningkatkan peluang berkembangnya kehidupan di planet-planet ini, kata para peneliti. Misalnya, aktivitas ventilasi hidrotermal adalah kandidat utama yang menyebabkan munculnya bentuk kehidupan yang dapat mereplikasi diri di Bumi dan merupakan alasan utama mengapa para ilmuwan mencari dunia perairan seperti Enceladus dan Mimas – keduanya merupakan bulan Saturnus – sebagai lokasi potensial bagi kehidupan alien.

Sebuah penyelidikan di masa depan harus dikirim ke Eris dan Makemake untuk “memeriksa dunia-dunia ini dari dekat” dan menilai lebih lanjut potensi geologisnya, tulis para peneliti.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours