Wabah bakteri menular ini sedang dipantau oleh Divisi Kesehatan Masyarakat Kabupaten Santa Cruz, kata pejabat daerah pada hari Kamis.
Setidaknya 27 kasus shigellosis telah dilaporkan di wilayah tersebut sejak akhir Januari, sebagian besar terjadi pada orang-orang yang menjadi tunawisma. Dari jumlah tersebut, 16 diantaranya telah dikonfirmasi laboratorium dan 11 masih dalam penyelidikan, menurut Divisi Kesehatan Masyarakat.
Shigellosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri shigella, yang dapat dengan mudah menyebar dari orang ke orang, sering kali dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi bakteri tersebut lalu menelan, berenang di air yang terkontaminasi, atau mengganti popok orang yang terinfeksi.
Pejabat kesehatan distrik bekerja sama dengan orang-orang dari kota Santa Cruz, kantor sheriff, dan Proyek Kesehatan Tunawisma di wilayah tersebut untuk membendung wabah tersebut.
Dokter dan rumah sakit juga berusaha mengidentifikasi kasus tambahan dan menghubungkan pasien dengan perawatan medis.
Gejala biasanya berupa diare, sakit perut, dan demam. Biasanya muncul satu hingga dua hari setelah infeksi dan berlangsung sekitar satu minggu.
“Saat ini, risiko terhadap masyarakat luas tergolong rendah, namun masyarakat dapat melindungi diri dari Shigella dengan mencuci tangan secara menyeluruh dan sering menggunakan sabun dan air, terutama setelah menggunakan kamar mandi, setelah mengganti popok, dan sebelum menyiapkan dan memakan makanan atau minuman. ” kata Dr. Lisa Hernandez, Petugas Kesehatan Kabupaten Santa Cruz.
Lebih lanjut dari Berita CBS
Baca selengkapnya
+ There are no comments
Add yours