Faktor apa saja yang mempengaruhi popularitas mainan seks, khususnya yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam vagina? Sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Penelitian Seks menyelidiki pertanyaan ini dan mengungkapkan bahwa preferensi perempuan mungkin tidak sejalan dengan asumsi umum.
Penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis data dari Lovehoney, pengecer mainan seks online terbesar di Inggris. Studi tersebut mengamati sampel dari 265 produk berbentuk phallic dan menilai berbagai karakteristik seperti ukuran, bahan, keberadaan elemen realistis (seperti urat atau tekstur mirip kulit) dan apakah mainan tersebut memiliki fungsi getaran.
Produk-produk ini dievaluasi menggunakan spesifikasi rinci di lokasi, ulasan pelanggan, dan penilaian visual dari foto produk untuk menentukan fitur mana yang sesuai dengan popularitas dan preferensi konsumen yang lebih tinggi.
Analisis menemukan bahwa produk paling populer dalam sampel memiliki lingkar rata-rata 4,85 inci, sedikit di atas rata-rata lingkar penis yang sedang ereksi, namun masih dalam kisaran yang dapat dianggap sebagai ukuran sedang.
Preferensi ini menunjukkan bahwa konsumen memprioritaskan kenyamanan dan kegunaan dibandingkan produk baru berukuran lebih besar. Hal ini menunjukkan pendekatan langsung dalam menggunakan mainan seks, di mana pengalaman fisik menggunakan mainan tersebut lebih penting daripada daya tarik visual dalam dimensi yang lebih besar.
Temuan bahwa lingkar yang lebih kecil lebih disukai menantang anggapan bahwa lebih besar pada dasarnya lebih baik dan menyoroti preferensi untuk ukuran yang mungkin lebih sesuai dengan anatomi alami dan tingkat kenyamanan pribadi pengguna.
Dalam hal panjang, penelitian ini menemukan bahwa panjang penyisipan mainan dalam sampel secara signifikan lebih panjang daripada rata-rata panjang penis manusia yang sedang ereksi, yaitu rata-rata 7,07 inci. Namun, panjang yang dapat dimasukkan bukanlah indikator popularitas mainan yang signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun produk yang tersedia di pasaran seringkali melebihi rata-rata ukuran penis dalam hal panjang, namun karakteristik ini tidak serta merta mempengaruhi preferensi konsumen. Konsumen mungkin tidak memprioritaskan panjang mainan sebagai faktor penentu dalam pembeliannya, mungkin karena mereka memahami bahwa keseluruhan panjang mainan tidak perlu digunakan.
Selain keberadaan pembuluh darah dan ciri-ciri realistis lainnya seperti warna, para peneliti menemukan bahwa keberadaan skrotum dan detail kelenjar atau puncak mahkota tidak secara signifikan mempengaruhi popularitas mainan tersebut.
Bertentangan dengan ekspektasi, penambahan getaran tidak memprediksi popularitas mainan. Hasil ini mengejutkan mengingat luasnya pengakuan akan manfaat getaran bagi kenikmatan seksual wanita. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen dapat membedakan tujuan dari berbagai jenis mainan.
Namun, penelitian ini juga mencatat beberapa peringatan dan hal yang perlu diselidiki lebih lanjut. Meskipun dilakukan analisis yang cermat, penelitian ini terutama mencerminkan preferensi konsumen Inggris karena fokus geografis pada pengecer yang berbasis di Inggris.
Selain itu, penelitian ini mengakui potensi keterbatasan dalam membandingkan ukuran mainan dengan anatomi manusia sebenarnya secara akurat dan menyarankan bahwa penelitian di masa depan dapat mengambil manfaat dari kumpulan data yang lebih luas dari berbagai pengecer dan wilayah untuk lebih memahami preferensi konsumen global.
Studi “Apa yang meningkatkan popularitas mainan seks? Pemeriksaan Morfologi Produk Sisipan Vagina yang Dipasarkan oleh Perusahaan Kesehatan Seksual Terbesar di Dunia,” tulis Sarah E. Johns dan Nerys Bushnell.
+ There are no comments
Add yours