Jika kita mendefinisikan lautan hanya sebagai kumpulan cairan yang besar, maka lautan terbesar di Tata Surya ada di dalam Jupiter. Bukan berarti itu sesuatu yang biasa kita lakukan. Di bawah tekanan yang sangat besar dan suhu tinggi, hidrogen berada dalam bentuk cair metalik, berceceran di bagian dalam planet. Hal ini bertanggung jawab atas kuatnya medan magnet planet dan kekhasannya.
Dan penelitian baru menunjukkan bahwa ini sungguh aneh. Perubahan yang terjadi selama periode empat tahun menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak kompleksitas di dalam planet ini, dan pengamatan dari Juno selama beberapa tahun terakhir telah menghubungkan apa yang terjadi di atmosfer dengan anomali magnetik.
Pada pendekatan pertama, medan magnet Jupiter sangat mirip dengan Bumi, namun 20 kali lebih kuat. Adanya dipol, artinya ada utara dan selatan, sehingga garis-garis medan magnet menghubungkan kutub yang satu dengan kutub yang lain. Tapi itu belum semuanya. Bulan vulkanik Io menghasilkan plasma dalam jumlah besar yang mempengaruhi magnetosfer Jupiter, dan terdapat sabuk magnet panjang di belahan bumi utara.
Namun keanehan sesungguhnya terdapat di sekitar garis khatulistiwa. Ini adalah area melingkar yang luas yang dijuluki “Bintik Biru Besar”. Bintik tersebut sebenarnya tidak berwarna biru, tidak seperti Bintik Merah Besar di Jupiter—namanya berasal dari kode warna medan magnet, merah untuk utara, biru untuk selatan.
Dalam analisis terbaru, para ilmuwan menemukan pancaran atmosfer yang terkait dengan Great Blue Spot. Beberapa orbit Juno baru-baru ini telah mempelajari wilayah ini secara khusus dan menunjukkan adanya variasi periodik. Hipotesis pertama menyatakan bahwa hal ini mungkin terkait dengan aliran konvektif hidrogen metalik di laut dalam. Kita mungkin memperkirakan hal ini akan memakan waktu berabad-abad, namun perubahan yang kita lihat di sini terlalu cepat.
Dengan fluktuasi seperti gelombang yang berulang setiap empat tahun, tim mengajukan dua hipotesis berbeda. Fluktuasi tersebut dapat disebabkan oleh osilasi di sekitar sumbu rotasi planet atau gelombang Alfvén, yaitu gelombang yang merambat sepanjang garis medan magnet. Skenarionya sangat berbeda, sehingga tim berharap dapat menemukan lebih banyak detail untuk membedakannya.
Juno terus melakukan pengamatan penting untuk memperluas pemahaman kita tentang planet Jupiter dan interior misteriusnya. Dan dengan kelanjutan penelitian ini, kita dapat lebih memahami evolusi medan magnet di planet raksasa.
Studi ini dipublikasikan di jurnal Nature.
+ There are no comments
Add yours