Tanda-tanda memburuknya gagal jantung v

Meskipun gagal jantung menyerang orang-orang dari segala usia, penyakit ini dianggap sebagai penyebab utama rawat inap dan kematian pada orang lanjut usia. Para ahli menunjukkan bahwa prevalensi gagal jantung cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, dan terlebih lagi, pengobatannya menjadi sulit karena kondisi atau masalah lain yang spesifik seiring bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, penyakit kardiovaskular, fungsi ginjal, dan fungsi pencernaan tubuh cenderung melambat kapasitas fungsionalnya. Penelitian menunjukkan bahwa kejadian gagal jantung meningkat hampir 10 hingga 12 kali lipat pada individu berusia 80-90 tahun.

Gagal jantung pada orang dewasa yang lebih tua
Gagal jantung dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi medis dimana jantung tidak mampu memompa darah secara efisien, sehingga mengakibatkan pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh tidak mencukupi. Ini adalah salah satu dari berbagai masalah terkait jantung yang mempengaruhi individu. Terdapat peningkatan signifikan dalam prevalensi penyakit kardiovaskular, dengan orang lanjut usia berusia 45 tahun ke atas melaporkan tingkat prevalensi penyakit kardiovaskular yang terdiagnosis (CVD) sebesar 29,4%. Angka ini meningkat seiring bertambahnya usia, dimulai dari 22% pada kelompok usia 45-54 tahun dan mencapai 38% pada kelompok usia 70 tahun ke atas.

Gagal jantung adalah suatu kondisi yang cenderung mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan karena fungsi tubuh lainnya juga terpengaruh. Misalnya, gagal jantung dapat menyebabkan kerusakan hati atau ginjal. Seseorang yang menderita kondisi ini tidak hanya menderita secara fisik tetapi juga mental. Hal ini terutama berlaku untuk orang dewasa yang lebih tua. Faktor penyebab gagal jantung antara lain penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, hipertensi, penggunaan obat-obatan atau tembakau, penyakit ginjal, dan diabetes.

Gejala gagal jantung berikut ini penting untuk diperhatikan untuk diagnosis dan pengobatan selanjutnya.
Kelelahan: Kelelahan merupakan keluhan umum di kalangan lansia; Namun, hal ini tidak boleh dikaitkan dengan penuaan saja. Hal ini sering dikaitkan dengan curah jantung yang rendah dan oleh karena itu merupakan gejala utama.
Kesesakan: Sesak nafas merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan adanya rasa kekurangan udara. Ini merupakan gejala penting gagal jantung, terutama pada orang lanjut usia.
Batuk terus-menerus dan mengi: Batuk terus-menerus sering kali disertai dahak berwarna merah muda.
Mengurangi aktivitas fisik: Tergantung pada orang lain, bahkan untuk aktivitas fisik biasa, penurunan toleransi olahraga merupakan gejala umum gagal jantung.
Gejala lain, termasuk kebingungan, berkurangnya ingatan, dan mudah tersinggung, adalah beberapa gejala umum gagal jantung pada lansia.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap memburuknya gagal jantung

Memperpanjang

Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Hal ini berkontribusi pada peningkatan risiko gagal jantung.
Ketidakpatuhan terhadap pengobatan yang diresepkan: Melewatkan dosis atau tidak meminum obat sesuai anjuran dokter dapat memperburuk kondisi.
Asupan natrium yang berlebihan: A Pola makan tinggi natrium cenderung memperburuk gejala gagal jantung karena dapat menyebabkan retensi cairan.
Pilihan gaya hidup: kurangnya aktivitas fisik, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan adalah beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini.
Efek samping obat lain: obat yang mungkin dikonsumsi seseorang untuk masalah kesehatan lain dapat memengaruhi fungsi jantung. Oleh karena itu, hal ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Pengobatan gagal jantung pada orang lanjut usia Gagal jantung diobati dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan. Namun, beberapa pasien, terutama generasi tua, perlu menjalani pilihan pengobatan lain, terutama jika mereka pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Opsi-opsi ini meliputi:

Perangkat Bantuan Ventrikel Kiri (LVAD): Transplantasi jantung dianggap bukan pilihan yang cocok untuk lansia, terutama setelah usia 70 tahun. Di sisi lain LVAD terdapat pompa mekanis yang ditanamkan untuk meningkatkan sirkulasi darah. LVAD dapat berfungsi sebagai solusi jangka panjang jika transplantasi tidak memungkinkan. Perangkat ini sangat cocok untuk orang yang berusia di atas 80 tahun.
Memantau asupan cairan/natrium: Mempertahankan pola makan yang sehat dengan asupan cairan atau natrium yang seimbang terbukti bermanfaat dalam mengobati gagal jantung.
Dukungan psikologis: Memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada pasien lanjut usia dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Pemeriksaan rutin: Pemeriksaan rutin membantu menyesuaikan rencana pengobatan berdasarkan bagaimana individu merespons proses pengobatan.

Dengan meningkatnya kejadian penyakit yang berhubungan dengan jantung, sangatlah penting untuk memahami penyebab, gejala, diagnosis, dan pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengatasi kondisi ini. Hal ini terutama berlaku pada pasien lanjut usia dengan gagal jantung, karena diagnosis dan pengobatan menjadi cukup sulit seiring bertambahnya usia. Hal ini karena berbagai masalah terkait usia lainnya cenderung tumpang tindih dengan gagal jantung, sehingga gejala utama atau faktor penyebab gagal jantung terabaikan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours